Memikat Perempuan Menuju Persanggamaan

Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda, “Apa yang diinginkan oleh seorang perempuan?” Apakah Anda hanya mementingkan apa yang Anda inginkan? Didalam buku Jawami’ al-Ladzdzah, Ali al-Qazwaini berusaha memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan yang sangat penting, yaitu, “Bagaiman cara meraih cinta seorang perempuan?”

Cara menaklukan hati perempuan

Lelaki akan memperoleh cinta seorang perempuan hanya jika perempuan itu merasa cocok dengannya. Lelaki dapat mengetahui kecocokan itu jika ia dapat mengetahui kadar ketaatan sang perempuan. Lelaki yang dapat mengetahui kadar ketaatan perempuan hanyalah lelaki yang dapat mengetahui seluk-beluk tentang perempuan. Lelaki yang paling dicintai perempuan adalah lelaki yang santun dan memahami apa yang diinginkan oleh perempuan. Hati seorang perempuan akan sangat tunduk dan takluk jika ia mengetahui bahwa ada lelaki yang mencintainya, lelaki yang apabila berpapasan dengannya di jalan, si lelaki menyatakan kesedihan dan kerinduan kepadanya dengan tangan bergetar dan air mata yang mengalir, lelaki yang sangat rajin beribadah. Jadi, cinta lelaki itu membuat hatinya luluh. Artinya apabila seorang perempuan melihat seorang lelaki yang memandang dirinya maka baginya pandangan itu bagaikan benih yang di tabur diatas tanah yang subur.

Kunjungi juga: Khusus Pasutri

Seorang perempuan tidak akan mau melakukan persanggamaan untuk melampiaskan nafsu seksualnya kecuali dengan seorang lelaki yang pandai membual, sangat bergairah, erat pelukannya, dapat memasukan zakarnya dengan gagah, memiliki air mani yang manis, dikejar-kejar oleh banyak perempuan, berpenampilan menawan, pandai bersenda gurau, dan dapat kembali ereksi setelah orgasme. Melakukan persanggamaan dengan lelaki seperti ini adalah kenikmatan dan harapan yang sangat besar bagi seorang perempuan. Jika peara perempuan tidak mendapatkan berbagai hal tersebut pada pasangan mereka maka akan terjadi perselingkuhan, pertengkaran, perselisihan, rusaknya tirai kemuliaan, hilangnya rasa malu, merebaknya kemunafikan, kehidupan yang tidak stabil, hilangnya keharmonisan dalam rumah tangga, dan mungkin permintaan cerai.

Al-Hindi menjelaskan bahwa ada enam hal yang harus dimiliki lelaki agar dapat menaklukkan hati perempuan. Enak hal itu adalah sebagai berikut.

  1. Mengetahui tabiat perempuan
  2. Memahami sikap pasangannya agar dapat mengetahui perasaan yang terpendam didalam hati pasangan.
  3. Mengetahui dengan baik berbagai gaya bersanggama.
  4. Bersabar dan berusaha memenuhi kebutuhan seksual perempuan.
  5. Mengobati bagian tubuh perempuan yang sakit.
  6. Menjaga dan memelihara keberlangsungan cintanya.

Bersanggama sebaiknya dilakukan dengan meremas, mengusap, dan memperlakukan organ tubuh secara selaras. Aktivitas persanggamaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian. Pertama, aktivitas yang berkaitan dengan tubuh bagian atas, yaitu berpelukan, berciuman, membanting tubuh (dengan lembut), dan menggerak-gerakan anggota badan. Kedua, aktivitas yang berkaitan dengan tubuh bagian bawah, mengelus-elus dan meraba kemaluan dan sekitarnya, serta mengelus pusar. Ilmu yang berguna untuk mencapai ketentraman hidup berumah tangga—termasuk ilmu memperlakukan pasangan dengan berhubungan intim—merupakan ilmu yang sangat mulia dan sangan perlu dipelajari.

Etika bersanggama

Al-Qazwaini juga menyebutkan kaidah-kaidah persanggamaan. Ia menukil pendapat al-Hindi yang mengatakan, “Sebaiknya lelaki mendatangi kekasihnya dengan penampilan terbaik, memakai wewangian yang harus, dan tidak langsung mengajaknya bersanggama dengan cara kasar, tapi terlebih dahulu melakukan pemanasan dan berbincang-bincang sehingga hatinya menjadi nyaman dan berbunga-bunga. Janganlah ia menyetubuhi istrinya ketika masih mengenakan ikat pingang dan dengan rambut dan janggutnya yang masih terikat. Tetapi, sebaiknya ia melepaskan ikat pingangnya serta ikatan rambut dan janggutnya terlebih dahulu, lalu menyerahkan tubuhnya kepada pasangannya dengan pasrah agar ia dapat melakukan apa saja yang dikehendakinya”

Bersikap ramah dan bersenda gurau setelah melakukan persanggamaan merupakan sikap yang sangat baik. Sebaliknya, diam setelah persanggamaan menyebabkan timbulnya rasa malu dan dapat mematahkan semangat. Dia juga dapat mendatangkan prasangka bahwa ada rasa sesal yang tersimpan. Tentu saja bukan merupakan perilaku yang baik apabila seorang lelaki merasa menyesal setelah mendapatkan apa yang sangat diinginkannya dari sang perempuan. Jadi, sudah seharusnya orang yang berakal bersikap ramah dan merasa bergembira setelah melakukan persanggamaan sebab hal itu merupakan perilaku yan sangat romantis.

Seorang perempuan Persia berkata, “Apabila ingin merasakan nikmatnya persanggamaan, seorang perempuan perlu rajin membersihkan tubuh, betis, berbicara dengan suara yang lembut, menggunakan logika yang sederhana, menatap wajah lelaki dengan sesekali mengedipkan mata, bersenda gurau, bersikap ramah, dan tersenyum manis dihadapa lelaki, serta mengucapkan kata-kata manis yang dapat menawan hati.

Apabila hendak melakukan persanggamaan, sebaiknya ia membersihkan rambut kepalanya dengan menggunakan shampo yang harum, menyikat giginya, membersihkan sela-sela giginya dengan menggunakan benang atau kayu kecil khusus, mengunyah buah-buahan, permen karet, dan lain sebagainya yang dapat menghilangkan bau mulut, serta jangan lupa memakai celak untuk memperindah matanya karena hal itu dapat membangkitkan gariah seksual”.

Ada beberapa kondisi yang tepat untuk melakukan persanggaman, diantaranya ketika sang istri mulai merasakan demam sebaiknya seorang lelaki menyetubuhi istrinya. Waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menyetubuhinya. Hubungan intim sangat cocok bagi seorang perempuan ketika ia sedang sakit karena hubungan intim dapat membantu menyehatkan kondisi tubuhnya yang sedang sakit. Bahkan bersanggama lebih cocok baginya daripada suntikan dan berbagi obat-obatan. Hendaknya ia jua menyetubuhi istri pada bulan keenam dari kehamilannya, ataupun setelah tiga bulan memasuki masa hamil. Hal itu karena rahim seorang perempuan pada masa awal kehamilan menjadi sangat basah sehingga menjadi panas. Apabila waktu melahirkan telah tiba, rahim memanjang dan agak kecil.

Banyak orang yang meyakini bahwa melakukan persanggamaan di siang hari sangat baik, terasa nikmat dan sangat menggairahkan. Hal itu karena pada siang hari, farji seorang perempuan menjadi lebih bersih. Pada siang hari ia melakukan berbagai aktivitas. Ketika ia bergerak dan berjalan kesana kemari, bagian-bagian farjinya bergerak dan bergesekan sehingga dapat menimbulkan kehangatan. Disamping itu, karena farji terlalu lama tertutup  di malam hari ketika tidur, farji seorang perempuan menjadi bau dan hangat sebagaimana mulut yang lama tertutup juga menjadi bau dan hangat.

Para pakar seks berpendapat bahwa apabila seorang perempuan telah suci dan membersihkan tubuhnya dari nifas, sang suami harus segera menyetubuhinya. Hal itu karena persanggamaan sangat baik dan dapat menyegarkan kembali tubuh perempuan setelah mengalami kelelahan akibat melahirkan. Orang yang lapar dan haus sangat memerlukan air untuk menyambung hidupnya. Begitu juga halnya seorang perempuan yang baru saja mengakhiri masa nifas, persanggamaan merupakan hal yang sangat baik bagi kesehatannya. Persanggamaan dapat dengan cepat menghilangkan rasa lapar dan dahaganya.

Baca juga hajar jahanam cair

Recent search terms:

Related Post